Senin, 27 Februari 2012

Oval: 4BAB I
Adat Nusantara
A.Melayu                  
Salah satu jenis melayu adalah melayu kayung. Melayu kayung adalah salah satu sub suku melayu yang tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat. Melayu kayung memiliki tradisi unik sehubungan dengan anak perempuan, yaitu sunatan. Namun sunat pada perempuan berbeda dengan sunatan pada anak laki-laki. Sunat ini bertujuan untuk mensyucikan anak perempuan iti dari kotoran yang dibawa dari lahir.Sunat perempuan juga ditujukan agar anak itu terhindar dari penyakit. Sunatan ini dilakasanakan saat anak berumur 7-10 bulan.
Selain tradisi sunatan, ada juga tradisi-tradisi lain seperti ritual mandi susu, belamin(ritual untuk anak perempuan bangsawan saat datang bulan pertama kali), tetambet(sistem pengobatan tradisional orang melayu). Melayu kayung juga mengenal istilah kesambet(penyakit akibat dirasuki makhluk halus) Kesambet biasanya di tangani oleh dukun dengan mantara tetambet. Mantra tetambet terbilang unik karena dilantunkan layaknya pantun. Salah satunya seperti :
            Tetak kayu di hutan
            Tetak kuparas
            Aku berjampi kesambat orang di hutan
            Mintak nyaman mintak waras
B.Minang

Oval: 5Masyarakat minang mempunyai adat kebiasaan dalam rangka mengantarkan anak laki-lakinya menuju kedewasaan, misalnya upacara khitanan. Upacara tersebut sebagai tanda bahwa anak laki-laki tersebut sudah dianggap dewasa.
Adapun untuk anak perempuan yang masuk usia dewasa diadakan upacara merias rambut(menata konde). Upacara itu diadakan ketika anak perempuan tersebut mendapat haid pertama.
C.Madura
Madura mempunyai kesenian adat, salah satunya sandur. Di Madura khususnya di Bangkalan, sandur mempunyai arti pertunjukan teater komedi yang dahulu disebut slabadan. Namun belakangan ini lebih populer dengan sebutan sandur madura.
Oval: 6Sandur dikenal sebagai teater rakyat yang seluruhnya dimainkan oleh kaum laki-laki. Tema cerita yang digunakan berkisar tentang konflik rumah tangga. Sandur dipresentasikan dengan penuh kesahajaan, blak-blakan, lugas, dan komedi.
D.Bugis
Di Bugis ada jenis tarian adat yang disebut tari pergaulan. Tarian itu dapat ditarikan tunggal maupun berkelompok. Tarian berkelompok biasanya hanya ditarikan oleh sekelompok laki-laki atau perempuan saja, dan tidak ada tari berkelompok yang menjadi satu(laki-laki campur perempuan). Tari berkelompok laki-laki disebut pakarena buraken. Sedangkan tari berkelompok perempuan disebut pakarena baine.Tari ini menggambarkan kehalusan putra/putri bugis.
E.Sunda
 
Sunda memiliki barbagai macam adat yang bernafaskan islam, diantaranya setelah kelahiran hingga menjelang dewasa. Di Sunda, apabila ada kelahiran, dan yang lahir itu bayi laki-laki, maka ia akan di adzankan di telinga kanannya, dan di iqamahkan di telinga kirinya. Apabila bayi itu perempuan maka cukup diiqamahkan saja. Dengan harapan agar menjadi anak yang saleh, bijaksana, pandai dan taat menjalankan perintah agama.
Kedewasaan anak laki-laki ditandai dengan upacara yang disebut khitanan
atau sunatan. Khitan biasanya dilakukan ketika anak berumur 7-8 tahun.
Oval: 7BAB II
Kesenian Dan Kebudayaan Nusantara
A.Wayang
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. Namun, pertunjukkan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003.
Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia Selatan. Diperkirakan seni pertunjukkan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun demikian, kejeniusan local, kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukkan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukkan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukkan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi “si Galigi mawayang”
 
Oval: 8Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukkan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu, dimana pertunjukkan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukkan yang menampilkan “Tuhan” atau “Dewa” dalam wujud manusia dilarang, munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi, dimana saat pertunjukkan yang ditonton hanyalah bayangannya saja, yang sekarang kita kenal sebagai wayang kulit.
Untuk menyebarkan Islam, berkembang juga wayang Sadat yang memperkenalkan nilai-nilai Islam.
Pun ketika misionaris Katolik, Pastor Timotheus L. Wignyosubroto SJ pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik mengembangkan Wayang Wahyu, yang sumber cerita berasal dari Alkitab.
B.Kasidah
Kasidah berasal dari bahasa arab qasidah(puisi yang lebih dari 14 bait). Kasidah merupakan jenis suara yang bernafaskan islam. Lagu-lagu yang dinyanyikan berisikan dakwah-dakwah islami dan nasihat yang sesuai dengan ajaran islam. Lagu kasidah dibawakan dengan gembira dan diiringi rebana(Instruumen yang mengiringi lagu-lagu keagamaan seperti puji-pujian terhadap Allah SWT).
 
Kasidah biasanya dibawakan oleh sebuah grup yang terdiri dari sepuluh hingga dua puluh orang. Dalam pelaksanaanya, biasanya ditunjuk seorang vokalis. Anggota yang lain berperan juga sebagai penyanyi dalam syair-syair yang dinyanyikan dengan koor.
Kasidah mulai populer sekitar tahun 1960-an,api masih bersifat lokal. Pada tahu 1970-an kasidah mulai berkembang luas, bahkan sudah tampil di berbagai acara di televisi.
Oval: 9C.Selamatan / Haul
Haul berasal dari bahasa arab : berarti telah lewat atau berarti tahun. masyarakat Jawa menyebutnya (khol/selametane wong mati) yaitu : suatu upacara ritual keagamaan untuk memperingati meninggalnya seorang yang ditokohkan dari para wali, ulama’, kyai atau salah satu dari anggota keluarga. Selamatan telah menjadi kebiasaan orang jawa untuk mendoakan jiwa orang yang telah meninggal dunia agar selamat dari api neraka. Sebenarnya kebiasaan ini sudah ada sebelum agama hindu dan budha masuk nusantara. Dalam perjalanannya selamatan ini mendapat pengaruh hindu dan budha. Yang diganti-ganti itu hanya mantra atau do`anya, namun prinsip selamatan itu tetap.
 
Bagi sebagian orang acara penyelamatan atau mengirim doa itu tindakan bid`ah. Karena orang yang beranggapan demikian itu berpandangan bahwa hanya diri si mayitlah yang bisa menyelamatkannya. Yaitu dengan cara menjadi manusia yang beriman dan beramal saleh.
D.Hadrah
Oval: 10Hadrah adalah suatu kesenian dalam bentuk seni tari dan nyanyiann yang bernafaskan islam. Lagu yang digunakan adalah lagu yang berisi ajaran islam, sedangkan musiknya menggunakan rebana dan genjring.
 
Hadrah biasanya di pentaskan dalam acara syukuran atas kelahiran anak, khitanan, pernikahan, atau hal-hal yang  berkaitan dengan kegiatan keislaman. Selain kesenian, syair-syair yang dilantunkan dalam hadrah juga berisi nasihat-nasihat.
E.Sekaten
Sekaten adalah perayaan maulid nabi Muhammad SAW, yang biasanya diadakan di Yogyakarta dan Surakarta. Kata sekaten sebenarnya berasal dari bahasa arab yaitu syahadatain (dua kalimat syahadat). Syahadatain merupakan wujud pengakuan keislaman seseorang . Sekaten mulai dikenalkan Raden Fatah di Demak pada abad XVI. Pada saat itu orang jawa beralih ke agama islam dengan mengucap syahadatain.
 
Di Yogyakarta dan Surakarta, sekaten menjadi lambang kekuatan dan kebaranian pendiri kerajaan Mataram Islam. Perayaan sekaten itu diadakan setiapbsatu tahun sekali, yang dikenal dengan sebutan muludan. Maksudnya adalah peringatan hari kelahiran nabi
Oval: 11Muhammad SAW. Pada saat itu diadakan ceramah keislaman di Serambi Masjid Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta atau Mataram. Masyarakat yang melihat acara sekaten diminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum masuk ke area sekaten (alun-alun kerajaan).

























Oval: 12DAFTAR PUSTAKA
-          H.DARSONO DAN T.IBRAHIM.2009, Tonggak Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 3. Solo: PT.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
-          Http/mengenal-adat-istiadat-orang-melayu-kayung-di-ketapang.htm
-          Http/selamatan « SANTRI BUNTET.htm
-          Wikipedia bebas-wayang